Skip to content
Blog
Tips

Cara Kelola Supplier agar Stok Tidak Pernah Kosong

Stok kosong saat ramai pembeli adalah nightmare setiap pebisnis. Pelajari sistem pengelolaan supplier yang membuat bisnis Anda tidak pernah kehabisan barang di waktu yang salah.

Seakey Studio6 April 20262 min read
Cara Kelola Supplier agar Stok Tidak Pernah Kosong

"Maaf, habis." Tiga kata yang paling tidak ingin didengar pelanggan Anda, terutama saat mereka sudah datang jauh-jauh atau sudah berniat beli. Stok kosong bukan hanya kehilangan satu penjualan, tapi bisa kehilangan pelanggan selamanya.

Masalah stok kosong hampir selalu berakar dari manajemen supplier yang tidak terstruktur.

Kenali Supplier Anda Lebih Dalam

Tidak semua supplier sama. Pisahkan supplier Anda berdasarkan kategori:

A (Kritis): Produk utama yang tidak ada substitusinya. Supplier ini harus punya backup supplier sekunder.

B (Penting): Produk fast-moving yang sering dipesan. Perlu monitoring ketat.

C (Reguler): Produk slow-moving. Bisa order lebih jarang dengan lead time lebih longgar.

Sistem Reorder Point

Jangan tunggu stok habis baru order. Tentukan Reorder Point (ROP) untuk setiap produk:

ROP = (Penjualan rata-rata per hari × Lead time supplier) + Safety stock

Contoh: Produk A terjual 20 unit/hari. Supplier membutuhkan 3 hari pengiriman. Safety stock 30 unit (1,5 hari penjualan).

ROP = (20 × 3) + 30 = 90 unit

Artinya, ketika stok menyentuh 90 unit, Anda harus langsung order.

Negosiasi yang Sering Terlewat

Banyak UMKM tidak aktif bernegosiasi dengan supplier. Padahal ada banyak hal yang bisa dinegosiasikan selain harga:

Evaluasi Supplier Secara Rutin

Setiap bulan, evaluasi performa supplier berdasarkan:

Supplier yang terus-menerus terlambat atau mengirim quantity yang tidak sesuai harus segera dicari penggantinya.

Seakey Studio menyediakan modul Purchasing Management yang memungkinkan Anda memantau ROP otomatis, mencatat performa setiap supplier, dan membuat Purchase Order langsung dari sistem. Tidak ada lagi stok kosong karena lupa order.