Skip to content
Blog
fnb

Strategi Harga Menu Baru F&B: Cara Menentukan Harga yang Profitable

Menentukan harga menu baru bukan sekadar tebak-tebakan. Gunakan food cost percentage dan psychological pricing untuk harga yang menguntungkan sekaligus kompetitif.

Seakey Studio25 April 20263 min read
Strategi Harga Menu Baru F&B: Cara Menentukan Harga yang Profitable

Banyak pemilik F&B menentukan harga menu dengan cara yang salah: lihat harga kompetitor, kurangi sedikit agar lebih murah, selesai. Strategi ini terlihat aman tapi sering menghasilkan harga yang tidak menguntungkanatau bahkan rugi tanpa disadari.

Mulai dari Food Cost Percentage

Food cost percentage adalah proporsi biaya bahan baku terhadap harga jual menu. Ini fondasi penetapan harga F&B yang sehat.

Formula:

Harga Jual = Food Cost per Porsi / Target Food Cost %

Contoh:

Target Food Cost yang Umum

Perhatikan: food cost bukan satu-satunya biaya. Masih ada labor cost, sewa, utilitas, dan overhead lainnya. Food cost 30% artinya 70% gross margindari situlah biaya-biaya lain dibayar.

Psychological Pricing: Ilmu Harga yang Bekerja

Setelah menentukan harga minimum yang profitable, gunakan psychology pricing untuk memaksimalkan konversi:

Charm Pricing (Harga Ganjil)

Rp 49.000 dirasakan jauh lebih murah dari Rp 50.000 meski selisihnya hanya Rp 1.000. Ini bukan mitospenelitian konsumen membuktikannya berulang kali.

Gunakan: Rp 29.000, Rp 49.000, Rp 79.000, Rp 125.000bukan angka bulat.

Anchoring

Tempatkan item premium di bagian atas menu. Ketika pelanggan melihat steak Rp 180.000 lebih dulu, pasta Rp 85.000 terasa terjangkau secara psikologismeski Rp 85.000 adalah harga tinggi tanpa konteks.

Bundle Pricing

Paket makan siang (nasi + lauk + minuman) dengan harga sedikit di bawah harga satuan mendorong nilai transaksi lebih tinggi dan membuat food cost rata-rata lebih efisien.

Benchmark Kompetitor: Cara yang Benar

Benchmarking bukan untuk langsung mengikuti harga kompetitor, tapi untuk memahami posisi Anda:

  1. Identifikasi 3–5 kompetitor langsung (konsep serupa, lokasi serupa, target pasar serupa)
  2. Bandingkan harga menu yang sebandingbukan apples to oranges
  3. Tentukan positioning: premium (20–30% di atas rata-rata), mid-range (at par), atau value (di bawah rata-rata)

Jika Anda positioning premium, harga di bawah kompetitor justru merusak persepsi kualitas.

Premium vs Value Positioning

Bukan soal mana yang lebih baiktapi mana yang konsisten dengan keseluruhan brand dan lokasi:

Berbahaya jika Anda mencoba premium di harga valueatau sebaliknya.

Uji Harga dengan Soft Launch

Sebelum menetapkan harga permanen menu baru:

Harga yang terlalu tinggi akan terlihat dari order rate yang rendah. Harga yang terlalu rendah adalah opportunity cost yang tersembunyi.


Kelola Bisnis Lebih Efisien dengan Seakey Studio

Seakey Studio menyediakan sistem POS dan manajemen bisnis yang dirancang khusus untuk retail dan F&B Indonesia. Dari laporan keuangan otomatis, manajemen stok real-time, hingga analitik penjualansemua dalam satu platform.

Mulai Konsultasi Gratis →